Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u9471944/public_html/intren.id/wp-content/themes/publisher/includes/libs/bs-theme-core/theme-helpers/template-content.php on line 1178

Banjir Datang Lagi, Waspada Ancaman Penyakit Berbahaya Ini

INTREN.ID, JAKARTA – Beberapa wilayah di Indonesia, khususnya ibu kota Jakarta dilanda hujan terus-menerus. Akibatnya, sebagian wilayah kebanjiran.

Tak hanya meluluhlantakkan fasilitas, di balik banjir juga sudah meneror beberapa penyakit berbahaya. Demam berdarah (DBD) dan tifus di antaranya.

“Cuaca dingin, hujan, ditambah lagi banjir bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh. Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh Science Daily, suhu udara dan lingkungan dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh,” dr Rizal Fadli dari Halodoc.

World Health Organization (WHO) menyebut, banjir berpotensi meningkatkan penularan penyakit menular yang terbawa air, seperti tifus, kolera, leptospirosis, dan hepatitis A. Selain itu, malaria dan DBD juga termasuk.

“Banjir erat dikaitkan dengan peningkatan risiko infeksi. Faktor risiko utama untuk wabah yang terkait dengan banjir adalah kontaminasi fasilitas air minum. Ada juga peningkatan risiko infeksi penyakit yang ditularkan melalui air lewat kontak langsung antara air yang tercemar dengan infeksi luka, dermatitis, konjungtivitis, serta infeksi telinga, hidung, dan tenggorokan,” tambahnya.

Luapan air akibat curah hujan tinggi jadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Karenanya, ini dapat meningkatkan potensi paparan infeksi, seperti DBD, malaria, dan tifus bagi korban bencana.

“Bakteri Salmonella Typhi penyebab tifus biasanya menyebar melalui makanan atau air yang terkontaminasi. Ketika bakteri Salmonella Typhi tanpa sengaja termakan atau terminum, mereka dapat berkembang biak dan menyebar ke aliran darah. Lingkungan dengan sanitasi tidak baik dapat menjadi penyebabnya,” tuturnya.

Menjaga Kesehatan di Kala Banjir

Menurutnya, mengontrol cuaca dan alam tidak bisa. Namun setidaknya bisa mengurangi risiko yang diakibatkan dari kondisi lingkungan.

Berikut tips untuk menghindari risiko penyakit akibat banjir:

  • Cuci tangan dan area kulit yang terbuka dengan air hangat dan sabun, usai kontak dengan air banjir dan sebelum memegang atau mengonsumsi makanan.
  • Tisu basah jadi alternatif jika tak tersedia air bersih. Namun tangan harus dicuci dengan sabun dan air jika memungkinkan.
  • Menutupi luka dengan pembalut tahan air agar tidak terkena air banjir.
  • Rebus air untuk minum dan makan.
  • Buang makanan yang terkena air banjir.
  • Waspada atas keadaan, jika memungkinkan segera evakuasi diri, pindah ke area yang aman dari banjir.

Penting menjaga kesehatan dengan cara makan teratur, menghindari makanan yang berpotensi membuat sakit. Salah satunya yang memicu gangguan pencernaan.

“Dibutuhkan sistem kekebalan tubuh yang baik di kondisi cuaca yang tidak bisa diprediksi seperti ini. Satu lagi yang tidak kalah pentingnya adalah menjaga kesehatan psikologis, mencegah stres, dan tetap berupaya berpikir tenang di keadaan yang sulit dikendalikan,” tutupnya. (red)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.