Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u9471944/public_html/intren.id/wp-content/themes/publisher/includes/libs/bs-theme-core/theme-helpers/template-content.php on line 1178

Balon Udara Dilarang Terbang, Cek Fakta Berikut Ini

INTREN.ID, SEMARANG – Penerbangan balon udara marak terjadi di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Para pilot pun mengeluhkan banyaknya balon udara yang mengganggu penerbangan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi langsung merespons dengan menegaskan larangan menerbangkan balon udara karena dapat membahayakan keselamatan penerbangan.

Berikut ini empat fakta di balik pelarangan penerbangan balon udara di Indonesia:

1. Terbanyak di Semarang dan Jogjakarta

“Kalau balon itu tidak terkoordinir dengan baik, itu mengganggu penerbangan dan kebetulan juga balon yang ditemukan dari laporan rekan di lapangan hampir 40 laporan dari beberapa maskapai penerbangan yang terbang di wilayah Jawa terutama Semarang dan Jogjakarta yang menemukan dan melihat langsung,” kata ketua Ikatan Pilot Indonesia (IPI) Ari Sapari.

Bahayanya dari pelepasan balon gas di udara, lanjut Ari, karena umumnya yang dilepaskan masyarakat itu terbang hingga ketinggian 38.000 kaki. Sementara setiap hari ada 1.500 penerbangan yang melintasi wilayah udara Indonesia.

“Di dunia, balon udara ini dibatasi ketinggiannya, hanya 3.000 kaki. Jadi dengan ketinggian tidak terkontrol ini sangat membahayakan karena diameter balon ini 5 sampai 7 meter,” ucap dia.

2. Penjara dan Denda

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menegaskan, larangan menerbangkan balon udara sesuai dengan Undang-undang (UU) Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Menerbangkan balon udara dapat mengganggu lalu lintas penerbangan dan membahayakan penumpang pesawat. Sesuai UU 1/2009 bahwa setiap pelanggar dapat diancam pidana 2 tahun penjara dan denda Rp 500 juta.

3. Gandeng Polisi

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan AirNav selaku lembaga penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan. Tujuannya untuk menindaki masyarakat yang nekat melanggar aturan ini.

4. Syarat Diizinkan Terbang

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Agus Santoso mengatakan, pihaknya sesungguhnya tidak melarang masyarakat untuk menerbangkan balon udara. Namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Yakni balon udara yang diterbangkan oleh masyarakat harus berada pada batas ketinggian yang sudah diatur, sekitar 150 meter.

Tak hanya itu, aktivitas menerbangkan balon udara harus sebisa mungkin berada cukup jauh dari lingkungan bandara. Jarak aman yang ditetapkan adalah dalam radius 15 kilometer dari bandara.

Direktur Utama Airnav Indonesia, Novie Riyanto mengatakan, hal yang perlu diperhatikan oleh masyarakat adalah soal ukuran balon udara. Balon udara yang dibuat hendaknya dengan tinggi 7 meter dengan diameter 4 meter. (red)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.