Bagikan Sembako, Tidar Group Jamin Kebutuhan Anggota yang Terdampak Corona

Bakal Dilakukan secara Rutin hingga Pandemi Berakhir

INTREN.ID, BATAM – Tidar Group melakukan penyerahan paket sembako kepada 50 orang personelnya. Yaitu kepada satpam maupun cleaning service yang terdampak pandemi virus corona baru (Covid-19).

Bertempat di kantor pusat Tidar Group di Pasir Putih, Batam Center, Sabtu (25/4/2020), acara merupakan kali kelima dilakukan. Setelah sebelumnya juga secara bertahap diserahkan paket sembako kepada karyawan Tidar Group yang terkena dampak pengurangan atau dirumahkan oleh pengguna jasanya.

CEO Tidar Group Dwifung mengatakan, semenjak pandemi Covid-19 merebak beberapa bulan lalu, sudah lebih dari 200 karyawannya baik satpam dan petugas CS yang dikurangi atau dikembalikan oleh pengguna jasa.

“Sampai dengan saat ini sudah lebih dari 200 orang anggota kami dirumahkan dan tidak bekerja. Terutama berasal dari sektor industri pariwisata seperti hotel dan resort,” kata Dwifung saat dijumpai, Senin (27/4/2020).

Kata dia, Hal ini tentunya sangat berdampak, terutama pada para karyawan yang terkena pengurangan. Sehingga mereka tidak bekerja dan berpenghasilan.

Inilah yang mendasari Dwifung untuk membuat aksi nyata guna membantu kesulitan karyawannya tersebut. Aksi kemanusiaan ini sengaja digagasnya sebagai wujud kepedulian terhadap banyaknya karyawannya yang dikembalikan.

- ADVERTISEMENT -

“Kami segera mendata semua personel yang terkena dampak dan membuat aksi nyata untuk membantu mereka. Dengan memberikan paket sembako seperti beras, minyak goreng, telor dan mi, sehingga mereka tetap bisa makan,” sebutnya.

Kegiatan ini menurut Dwifung akan terus berlanjut sampai dengan kondisi kembali normal. Khususnya sampai mereka bisa bekerja kembali.

“Paket Sembako ini tidak akan hanya diberikan sekali saja. Namun akan kami berikan kembali secara periodik secara bertahap. Supaya kebutuhan makan mereka tetap terjamin,” imbuhnya.

Dwifung juga mengajak para pengusaha dan pimpinan perusahaan lainnya untuk memikirkan nasib karyawannya yang dirumahkan atau tidak bekerja karena dampak virus ini. Karena ini merupakan tanggung jawab moral di tengah pandemik yang belum tahu akan sampai kapan. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.