Awal September Disambut Cuaca Ekstrem, Berpotensi Sebabkan Banjir dan Tanah Longsor, Masyarakat Kaltim Diimbau Waspada

INTREN.ID, BALIKPAPAN – Cuaca sedang tidak bersahabat. Hujan deras disertai petir dan angin kencang diperkirakan terjadi di Kalimantan Timur (Kaltim) selama awal September. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga memprediksi potensi terjadinya banjir dan tanah longsor di daerah rawan.

Anggota DPR RI Dapil Kaltim, Irjen Pol (Purn) Drs H Safaruddin meminta masyarakat Kaltim untuk waspada. Dia pun mencontohkan banjir yang terjadi di Kota Balikpapan belum lama ini. Akibatnya, beberapa titik rawan terimbas banjir. Tingginya volume air menyebabkan meningkatnya debit air dalam waktu singkat.

“Masyarakat harus lebih waspada terkat kondisi saat ini Tetap utamakan kehati-hatian dan keselamatan, terutama mereka yang tinggal, beraktivitas, atau melintasi daerah rawan. Sehingga tidak terkena dampak cuaca ekstrem itu,” kata anggota Komisi III DPR RI yang membidangi persoalan hukum, keamanan, dan hak asasi manusia itu.

Ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim itu berharap, dampak dari cuaca ekstrem ini dapat diminimalisir. Pemerintah dan stakeholders terkait harus lebih mengintensifkan upaya pencegahan. Mulai dari sosialisasi, penyiapan personel untuk evakuasi, hingga penyediaan posko darurat jika sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kita bersama-sama meminimalisir dampak yang ditimbulkan dari kondisi cuaca ekstrem ini. Harapannya agar tidak sampai menimbulkan korban jiwa di masyarakat. Oleh karena itu, perlu langkah antisipasi dan pencegahan jika sewaktu-waktu terjadi bencana yang tidak diinginkan,” kata Kapolda Kaltim 2015-2018 itu.

Diketahui, di sebagian wilayah di Kaltim seperti di Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Kabupten Paser, dilanda banjir dengan tingga mata air (TMA) bervariasi, 5-40 sentimeter. Potensi banjir kembali melanda dimungkinkan terjadi kalau melihat dari informasi yang disampaikan BMKG, di mana mereka mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi cuaca ekstrem. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.