Avrist Berbagi Tips Konsumsi Makanan Sehat dan Beraktivitas Selama Ramadan

INTREN.ID, JAKARTA – Di tengah momentum #DiRumahAja, PT Avrist Assurance (Avrist Assurance) menghadirkan sebuah gerakan kesehatan bertajuk Wellness Made Easy. Gerakan ini merupakan manifestasi atas rekomendasi WHO mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan holistik melalui pikiran, tubuh, dan jiwa.

Untuk mencapai kesegaran jasmani secara holistik, Wellness Made Easy mengajak masyarakat tetap aktif bergerak melalui latihan sederhana dimana saja dan kapan saja. Serta mendorong kebiasaan makan makanan yang sehat dan bertanggung jawab untuk meningkatkan nutrisi agar dapat menjaga sistem imunitas tubuh.

Praktisi kesehatan dari PT Avrist Assurance, dr Herman Irawan mengatakan, setiap individu memiliki kebutuhan kalori yang berbeda-beda. Tergantung dari berbagai faktor seperti tinggi dan berat badan, jenis kelamin, dan aktivitas sehari-hari.

“Untuk mencukupi kebutuhan kalori, seorang individu sebaiknya menghitung kebutuhan kalori setiap harinya dengan menggunakan aplikasi calorie counter. Setelah mengetahui informasi tersebut, maka ia tinggal mengatur asupan kalori pada saat sahur dan buka puasa, sehingga tidak deposit maupun defisit kalori,” ungkap Herman.

Di saat berpuasa, seringkali banyak yang bertanya kenapa berat badan malah bertambah. Herman menyebut hal itu berkaitan disiplin dalam asupan kalori dan beraktivitas saat bulan puasa.
Agar kebutuhan kalori dan keseimbangan energi dapat diperoleh, serta menjaga berat badan selama bulan puasa, maka perlu diperhatikan dua faktor, yaitu asupan dan pembakaran kalori.

“Jenis makanan yang layak dikonsumsi untuk menjaga sistem imunitas tubuh dan ketika berpuasa adalah menu makanan yang memiliki manfaat untuk menjaga nutrisi. Guna mencegah dehidrasi dan menjaga kualitas aktivitas keseharian,” beber Herman.

Menu kaya protein meliputi daging, telur, tahu tempe, serta kacang-kacangan; kemudian lemak, mineral, dan air. Konsumsi buah-buahan seperti jeruk, apel, atau melon pada saat berbuka puasa berguna untuk mengembalikan hidrasi yang dialami ketika berpuasa.

Herman menambahkan, selain merancang menu makanan yang sehat, perlu juga aktivitas yang seimbang. Gaya hidup aktif adalah melakukan aktivitas sehari-hari yang melibatkan pergerakan tubuh yang dapat membakar energi kalori.

“Contoh sederhana adalah dengan berjalan kaki, naik turun tangga dan mobilitas lainnya yang bisa dilakukan di rumah. Tentu proses output kalori akan lebih optimal apabila melakukan gerakan olah raga,” sebutnya.

Pada umumnya, olahraga tidak mengenal waktu. Tetapi pada saat puasa, kemampuan dan cadangan energi seseorang terbatas. Sehingga kemampuan seseorang untuk menjaga cadangan energi untuk berolahraga pun berbeda-beda.

“Beberapa olahraga ringan yang dapat dilakukan oleh warga awam seperti jalan cepat, jogging santai atau bersepeda. Kegiatan tersebut dapat membakar antara 100 hingga 300 kalori dalam 45 menit. Tubuh menjadi ringan dan pikiran pun menjadi segar,” terangnya. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.