Aura Mistis yang Tercium di Air Terjun Kedung Kayang

INTREN.ID, MAGELANG – Hal mistis memang melekat pada sebagian masyarakat Indonesia. Mulai dari benda hingga tempat. Itulah yang membuat Indonesia kaya akan nilai budaya.

Beberapa tempat dikaitkan dengan hal mistis. Kendati demikian, hal itu tidak membuat takut. Justru menjadi objek buruan para traveler. Salah satunya air terjun Kedung Kayang.

Air terjun ini berada di Magelang, Jawa Tengah. Yang membedakan dengan air terjun lain adalah aura mistisnya.

1. Berada di Antara Merapi dan Merbabu

Deras airnya terjun bebas di antara Merapi dan Merbabu. Secara administratif, air terjun ini berada di Desa Wonolelo, Sawangan, Magelang. Namun, sebagiannya lagi masuk dalam wilayah Selo, Kabupaten Boyolali. Air terjun yang berada pada ketinggian 1200 mdpl ini memiliki tinggi 40 meter. Menurut masyarakat setempat, air di kawasan ini tidak pernah surut, sekalipun sedang musim kemarau.

2. Derasnya Berasal dari Empat Mata Air

- ADVERTISEMENT -

Kesegaran serta keajaiban Air Terjun Kedung Kayang yang tidak pernah kering meski kemarau ini berasal dari empat mata air. Keempat mata air tersebut, hulunya adalah Kali Pabelan yang ada di Lereng Merbabu. Terbayang kan bagaimana segarnya Kedung Kayang?

3. Tempat Pertemuan Tiga Empu untuk Tanding Kekuatan

Kesegaran air dari Kedung Kayang, selama ini diselimuti oleh cerita legenda yang sudah banyak dipercaya oleh masyarakat sekitar. Diceritakan, pada zaman dulu, di kawasan ini, ada tiga empu, yaitu Empu Putut, Empu Khalik dan Empu Panggung. Tiga empu tersebut sering mengadakan pertemuan.

Pertemuan para empu ini, bertujuan untuk adu kekuatan berupa Tanding Balang (adu lempar). Tanding Balang dilakukan pada Bulan Suro. Pada pertandingan tersebut, siapa yang bisa melempar telur angsa ke arah kedung namun masih utuh, dia pemenangnya. Sayang, ketiga telur angsa tersebut pecah lalu masuk ke kedung.

4. Sering Terdengar Suara Alunan Gending dari Arah Air Terjun

Aura mistis yang dirasakan di Air Terjun Kedung Kayang, kental terasa pada malam Jum’at Kliwon di bulan Suro. Menurut cerita, pada malam itu, dari kawasan tersebut sering terdengar suara atau alunan gamelan Jawa yang nyaring. Selain Jum’at Kliwon, waktu istimewa di kawasan itu terjadi pada Kamis Wage. Di hari dan pasaran tersebut, konon akan banyak kera yang berkumpul di atas Kedung Kayang. (red)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.