Atasi Krisis Ekonomi Masa Pandemi Covid-19, Pemkot Samarinda Gelar Webinar Bersama Pakar

INTREN.ID, SAMARINDA – Guna mengatasi dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian warga Kota Samarinda di fase new normal, Pemerintah Kota Samarinda mengadakan webinar yang diselenggarakan via zoom baru-baru ini.

Webinar  dengan narasumber pakar ekonomi Fradoko, dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Banyuwangi Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, dihadiri pula Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Samarinda Sugeng Chairuddin, Kepala Bappeda Kota Samarinda Ananta Fathurrazi, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat se-Kota Samarinda.

Sugeng menyambut baik diadakannya webinar tersebut, setidaknya setiap OPD bisa belajar dan menemukan solusi bagaimana roda ekonomi bisa tetap berjalan dalam masa pandemi yang belum berakhir.

“Saya kemarin juga menghadiri seminar di Unmul (Universitas Mulawarman) dengan tema seminar yang hampir sama, pengaruh pandemi terhadap kinerja ekonomi di Kaltim sendiri sudah berada pada minus 4 persen dan gelombang pengangguran yang mencapai 6 persen. Saya berharap dalam diskusi ini juga kita bisa mendapat solusi bagaimana roda ekonomi di Samarinda ini bisa tetap berputar dan mengurangi pengangguran yang ada,” ujar Sugeng.

Sektor pariwisata sendiri menjadi keunggulan daya tarik Kabupaten Banyuwangi untuk menjalankan roda ekonomi di daerahnya. Dalam menghadapi masa pandemi ini pihaknya telah mengantisipasi dan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait, seperti pemilik destinasi, rumah makan dan industri lainnya.

“Setelah pandemi, pola usaha dalam sektor pariwisata harus diubah. Kalau sebelumnya yang dijual adalah atraksi kegiatan-kegiatan wisata, maka setelah Covid-19 yang diutamakan adalah kesehatan dengan penerapan protokol dengan ketat,” ujar Suyanto.

Dikarenakan Banyuwangi sendiri menjadi akses utama jalur darat untuk penyeberangan antarpulau Jawa ke Pulau Bali, untuk mengantisipasi warga terpapar, Pemkab Banyuwangi menyediakan check point untuk pengecekan kesehatan di setiap perbatasan Banyuwangi.

“Karena Kabupaten Banyuwangi ini menjadi jalur wisata dan sekaligus dikenal memiliki destinasi wisata. Tidak hanya check point yang kami bangun, tapi juga memberikan pelatihan kepada para pemandu wisata yang menjadi garda terdepan dalam menghadapi turis dan memberikan edukasi kepada lapak-lapak jajanan agar mematuhi protokol kesehatan. Kami akan memberikan stiker tanda untuk pengunjung bahwa lapak tersebut sudah didata dan aman untuk disinggahi. Bagi yang tidak mematuhinya, kami tak segan untuk menyegel tempat usahanya,” tambah Suyanto.

Kabupaten Banyuwangi termasuk kabupaten yang unik dalam membangun ekonomi masyarakatnya, bukan hanya gunung dan pantainya saja yang difokuskan menjadi daya tarik objek wisata. Desa yang mempunyai sektor pertanian, dan perikanan disulap sedemikian rupa agar tidak hanya menjadi lumbung pangan masyarakat, tetapi juga menjadi daya tarik wisatawan mengunjungi desa desanya.

Untuk mengatasi pengangguran dan kesenjangan sosial Pemkab Banyuwangi membuat terobosan yang bernama Smart Kampung yang disebar ke setiap kelurahan untuk mendistribusikan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan, tentunya dengan syarat membawa KTP untuk mengaudit warganya bisa menerima bantuan atau tidak.

Kerja sama sektoral yang membuat pembangunan Banyuwangi dinilai menjadi contoh daerah lain. Dengan anggaran yang terbatas, mereka bisa membangun daerahnya sendiri secara mandiri walau masa pandemi belum berakhir. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.