Asyik Nongkrong di Bukit Barelang, Dua Pemuda Dipalak Pakai Celurit

Ada Dugaan Pelaku Merupakan Tahanan yang Mendapat Asimilasi

INTREN.ID, BATAM – Nahas mengampiri Ardianto (26), warga Bengkong dan Jofa Febrianto (25) warga Sagulung. Keduanya jadi korban pemalakan saat tengah asyik nongkrong di kawasan Bukit Barelang, Kecamatan Sungai Beduk, Batam.

Kapolsek Sungai Beduk AKP Daniel Ganjar Kristanto melalui Kanit Reskrim Polsek Sungai Beduk Ipda Budi Santoso membenarkan pemalakan itu. Kejadiannya pada Rabu (22/4/2020) malam sekira pukul 22.00 WIB. Saat itu kedua korban baru pulang berjalan-jalan dari Kawasan Piayu Laut.

Dijelaskan Budi, seusai pulang dari kawasan Piayu Laut dengan mengendarai satu unit kendaraan bermotor, kedua korban memilih bersantai sambil menikmati malam di kawasan Bukit Kemuning. Kawasan itu pada hari biasanya selalu dipadati masyarakat sekitar.

Tak berselang lama, datang dua pria yang mengaku sebagai warga sekitar. Dua pria itu langsung menginterogasi Ardianto dan Jofa.

“Setelah pelaku bertanya, langsung melakukan penggeledahan kepada korban dan meminta sejumlah uang,” ucap Budi.

Pada saat bersamaan, salah seorang pelaku mencoba menakuti korban dengan mengeluarkan sebuah celurit. Tujuannya agar kedua korban tutup mulut.

Tak ingin terluka konyol, korban akhirnya menyerahkan sebuah ponsel dan bank daya yang dipegangnya. Setelah mendapatkan barang berharga, kedua pelaku langsung melarikan diri menggunakan kendaraan bermotor. Saat itulah para korban berteriak yang memicu warga datang dan melakukan pengejaran kepada para pelaku.

“Sempat dikejar oleh para warga, tetapi berhasil melarikan diri. Seorang pelaku menggunakan sepeda motor, sementara satu pelaku lainnya kabur masuk ke dalam hutan,” ungkapnya.

Beruntung pada saat pengejaran berlangsung, ponsel korban terjatuh dari tangan pelaku. Korban pun berhasil mendapatkannya kembali.

“Barang berharga korban berhasil didapatkan lagi. Untuk kerugian sekir Rp 150 ribu,” beber Budi.

Kedua korban lantas diminta untuk membuat laporan di Polsek Sungai Beduk. Sementara kedua pelaku masih terus dilakukan pencarian. Budi menyatakan kepolisian sudah mengantongi ciri-ciri para pelaku yang bisa mempermudah dalam pencarian.

Kata dia, ada dugaan para pelaku ini merupakan para tahanan yang baru mendapatkan asimilasi. “Untuk itu kami belum bisa akui secara pasti. Tetapi kami telah meminta data dari Rutan Batam, para tahanan yang telah mendapat asimilasi beberapa waktu lalu,” tegasnya.

Lebih lanjut Budi mengimbau masyarakat khususnya di wilayah hukum Polsek Sungai Beduk untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan yang terjadi. Jika harus pulang larut malam, usahakan tidak sendirian. Serta tidak meletakkan barang berharga di dashboard kendaraan yang menjadi incaran para pelaku kejahatan pada umumnya.

“Kurangi bepergian di malam hari, terlebih duduk di luar rumah atau tempat yang sepi,” imbau Budi. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.