Argentina Juara Piala Dunia Usai Penantian 36 Tahun, Lionel Messi Sah Menjadi Seorang GOAT

INTREN.ID, DOHA – Laga dramatis tersaji di Stadion Lusail, Doha, Qatar, Minggu (18/12/2022). Argentina berhadapan dengan juara bertahan Prancis di babak final Piala Dunia 2022. Hujan gol terjadi. Enam gol tersaji selama 120 menit. Adu penalti menjadi penentu.

Tim Tango–julukan Argentina–menang mental. Lionel Messi dan kawan-kawan berhasil menuntaskan babak tos-tosan dengan epik. Ayam Jantan–julukan Prancis–pun harus mengubur mimpi meraih back to back juara dunia. Skor 4-2 dalam adu penalti menasbihkan Argentina juara Piala Dunia 2022.

Terlepas dari sengitnya laga, ada sosok yang menjadi sorotan. Dia adalah Lionel Messi, kapten sekaligus megabintang Argentina. Pria beralias La Pulga itu bermain luar biasa sepanjang laga. Tubuhnya kecil. Namun akselerasinya tak mampu dibendung para pemain Prancis.

Messi benar-benar menggila di akhir kariernya. Selama 120 menit dia tampil spartan bersama pemain lainnya. Membuka ruang, mengirim umpan, dan mengubrak-abrik pertahanan lawan. Semua mengakui, pria kelahiran 1987 itu tampil menonjol. Dua biji gol dia persembahkan.

Melansir The Athletic, sepanjang Piala Dunia 2022 ini Messi rata-rata berjalan kaki sejauh lebih kurang 5 kilometer per pertandingan, catatan paling tinggi dibandingkan pemain lain. Statistik yang menipu, mengingat keajaiban bisa terus dia ciptakan meski tampak sering berjalan.

Saat wasit Szymon Marciniak meniup peluit akhir partai final Piala Dunia 2022 yang menjadi tanda kemenangan untuk Argentina, Messi pun sampai tak kuat jalan kaki. Messi sempat lama terpaku di lingkaran tengah lapangan Stadion Lusail. Berbekal pasukan berani mati, Messi pun bisa menjemput trofi Piala Dunia 2022.

Status Greatest of All Time (GOAT) resmi disangdang Messi. Dia menuntaskan Piala Dunia 2022 dengan gemilang kala membantu Tim Tango mengalahkan Prancis di final. Argentina yang unggul 2-0 di babak pertama harus dipaksa memainkan perpanjangan waktu karena Prancis menyamakan skor 2-2. Saling berbalas di babak perpanjangan waktu 2 x 15 menit membuat skor akhir 3-3 dan adu penalti harus dilakukan.

Argentina menang 4-2 sekaligus merengkuh trofi juara dunia ketiganya sejak 1978 dan 1986. Ini mengakhiri juga penantian panjang selama 36 tahun. Argentina sejak juara bersama Diego Maradona memang kerap jadi pecundang di turnamen-turnamen besar, termasuk kekalahan di final 1990 dan 2014.

Terlebih untuk Messi yang selalu dikritik karena tampil buruk di timnas, di saat dia selalu bermain luar biasa untuk klubnya Barcelona kala itu.

Sehebat-hebatnya Messi, dia selalu gagal untuk membawa Argentina berprestasi di level tertinggi. Yang ada Messi akrab dengan kekalahan demi kekalahan. Empat final besar bersama Argentina, satu di Piala Dunia dan tiga di Copa America selalu berujung duka. Status Pemain Terhebat Sepanjang Masa Messi pun dipertanyakan.

Di saat bersamaan, rivalnya Cristiano Ronaldo justru bisa juara bersama Portugal di Euro 2016 dan UEFA Nations League. Tapi, Messi mampu menjawab keraguan itu dengan manis dalam kurun 1,5 tahun terakhir. Usai membawa Argentina juara Copa America dan Finalissima, Messi menutupnya dengan juara dunia.

Maka lengkap sudah koleksi trofi dalam karier Messi, karena Piala Dunia melengkapinya, menjadi puncak dari perjalanan kariernya di lapangan hijau.

Setelah 1.003 pertandingan, 793 gol, 350 assist, tujuh Ballon d’Or, empat Liga Champions, 10 LaLiga, satu Copa America, dan satu Piala Dunia, Messi berhak menasbihkan dirinya sebagai GOAT. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

 

TONTON VIDEONYA

Get real time updates directly on you device, subscribe now.