Arab Saudi Tahan Visa Jemaah, Penerbangan Umrah Belum Dibatalkan

INTREN.ID, JAKARTA – Meskipun belum ditemukan kasus virus corona di Indonesia, namun pemerintah Arab Saudi tetap memasukkan Indonesia dalam daftar negara terjangkit. Akibatnya visa wisata untuk umrah tertahan.

“Menghentikan masuknya warga negara ke Kerajaan Arab Saudi dengan menggunakan visa wisata, bagi mereka yang datang dari negara-negara yang terkena wabah virus Corona baru (Covid-19), merujuk kepada kriteria yang ditetapkan oleh lembaga kesehatan terkait Pemerintah Kerajaan,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Saudi.

Ada 23 negara yang oleh Saudi dianggap terjangkit virus. Selain Indonesia, ada juga Tiongkok, Taipei, Hong Kong, Iran, Italia, Korea, Makau, Jepang, Thailand, Malaysia, Pakistan, Afghanistan, Irak, Filipina, Singapura, India, Lebanon, Suriah, Yaman, Azerbaijan, Kazakhstan, Uzbekistan, Somalia, dan Vietnam.

Plt Juru Bicara Kemenlu RI, Teuku Faizasyah menjelaskan, daftar negara-negara yang terjangkit corona versi Saudi sudah disampaikan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Essam bin Abed al-Thaqafi, kepada Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Lestari Priansari Marsudi.

“Saya hadir saat Menlu menerima Dubes Saudi dan yang bersangkutan menyebutkan ada di daftar yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri Saudi,” kata Faizasyah.

- ADVERTISEMENT -

Sementara itu, maskapai Lion Air Group memastikan jika hingga saat ini masih mengoperasikan layanan penerbangan umrah atau belum mengalami pembatalan.

“Lion Air senantiasa berkoordinasi dengan otoritas penerbangan setempat di Arab Saudi (kota tujuan) serta akan terus mengumpulkan data dan berbagai keterangan,” kata Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro.

Dia menjelaskan, operasional Lion Air di Saudi meliputi Bandara Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz Madinah, dan Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah.

“Lion Air akan menyampaikan pemberitahuan kepada para tamu jemaah dan mitra sesuai perkembangan lebih lanjut,” bebernya.

Lion Air mengoperasikan rata-rata 4-5 kali penerbangan umrah per hari dari Indonesia, dengan kota asal melalui bandara sebagai berikut:

  1. Banda Aceh – Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh.
  2. Medan – Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara.
  3. Pekanbaru – Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Riau.
  4. Batam – Bandara Internasional Hang Nadim, Batu Besar, Kepulauan Riau.
  5. Palembang – Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Talang Betutu, Sukarami, Sumatera Selatan.
  6. Jakarta – Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten.
  7. Solo – Bandara Internasional Adi Soemarmo, Jawa Tengah.
  8. Surabaya – Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur.
  9. Banjarmasin – Bandara Internasional Syamsuddin Noor di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
  10. Balikpapan – Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Kalimantan Timur.
  11. Makassar – Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Maros, Sulawesi Selatan.
  12. Mataram – Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid, Lombok Praya, Nusa Tenggara Barat. (red)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.