APBN Defisit hingga Rp 764,9 Triliun, Pendapatan Negara Jeblok Akibat Dampak Pandemi Covid-19

INTREN.ID, JAKARTA – Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Oktober masih mengalami defisit. Hal itu diakibatkan pandemi Covid-19. Jumlah defisit Oktober mencapai Rp 764,9 triliun atau sekitar 4,67 terhadap pendapatan domestik bruto (PDB).

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pendapatan negara tercatat Rp 1.276,9 triliun dan belanja mencapai Rp 2.041,8 triliun. Kendati demikian, dia menyebut jika defisit masih cukup baik jika dibandingkan negara lain.

“Dari sisi pendapatan negara, ada penurunan 15,4 persen jika dibandingkan pendapatan tahun lalu yang mencapai Rp 1.508,5 triliun. Pendapatan itu berasal dari penerimaan perpajakan Rp 991 triliun, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp 278,8 triliun, dan hibah Rp 1,4 triliun,” jelas Ani, sapaan karibnya.

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, sambung dia, penerimaan perpajakan turun 15,6 persen. Jumlah itu terdiri dari penerimaan pajak Rp 826,9 triliun dan penerimaan bea dan cukai yang naik 5,5 persen menjadi Rp 208,8 triliun. Berbagai jenis pajak tertekan karena adanya pemanfaatan insentif pajak kepada seluruh sektor perekonomian, baik untuk karyawan, PPh, maupun PPN.

Dari sisi belanja negara, lanjut dia, ada kenaikan 13,6 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 1.797,7 triliun. Hal itu terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp 1.343,8 triliun dan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Rp 698 triliun. Realisasi belanja negara sudah mencapai 74,5 persen dari alokasi dalam Peraturan Presiden (Perpres) 72 Nomor 2020 sebesar Rp 2.739,2 triliun.

“Perkiraan pertumbuhan ekonomi RI di tahun ini sebesar -1,7 persen hingga -0,6 persen. Proyeksi itu belum berubah dari sebelumnya. Meski ada di zona negatif, kami optimistis ada perbaikan ekonomi di momen kuartal akhir tahun ini,” tutupnya. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.