Antisipasi Penyalahgunaan Izin Waralaba, Pemerintah Kota Bontang Dituntut Harus Tegakan Aturan

INTREN.ID, BONTANG – Keberadaan waralaba di Kota Taman terus menjamur. Hal ini seiring semakin terus bertumbuhnya Kota Bontang. Khususnya pertumbuhan penduduk yang mengalami peningkatan.

Anggota Komisi II DPRD Kota Bontang, Nursalam mendesak agar Pemerintah Kota Bontang melakukan pengawasan ketat terhadap perizinan usaha modern tersebut. Hal ini tidak terlepas adanya dugaan penyalahgunaan izin untuk menghindari pembayaran pajak dari pemerintah.

“Pengawasan ketat harus dilakukan untuk menghindari terjadinya manipulasi izin. Di mana, ada laporan waralaba yang berkamuflase menjadi toko biasa. Indikasi ini diduga untuk menghindari penarikan retribusi dari pemerintah,” kata Nursalam, Selasa (19/10/2021).

Dia menduga, ada izin waralaba yang berkedok toko biasa. Yang mana, dari luar menggunakan brand lokal, namun isinya menyerupai waralaba. Bahkan ada juga yang tidak menggunakan logo. Hal ini menurutnya masuk dalam ketegori penyalahgunaan izin.

“Pemerintah Kota Bontang telah melakukan pembatasan pemberian izin usaha waralaba melalui Peraturan Wali Kota Bontang Nomor 34 Tahun 2018. Saya mendesak agar aturan ini ditegakan. Jangan sampai malah merugikan daerah,” tegasnya.

Nursalam juga mendesak agar pemerintah mengambil langkah tegas. Jika ada yang menyalahgunakan izin, harus diberi teguran keras. Jika tidak mengindahkan, maka harus dicabut izinnya. Pasalnya, hal ini juga berkaitan erat dengan pendapatan asli daerah (PAD).

“Kami tidak anti terhadap investasi. Justru dengan menegakkan aturan, akan menjadikan Kota Bontang sebagai kota ramah investasi. Selain itu, potensi PAD juga bisa kita gali,” tutupnya. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.