Anies Wajibkan Masyarakat Jakarta Lakukan Social Distancing Measures, Ini Caranya…

INTREN.ID, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan tujuh instruksi kepada masyarakat sebagai bentuk pencegahan penularan virus corona baru (Covid-19). Dalam instruksi yang diberikan, Ahad (15/3/2020), Anies meminta masyarakat Jakarta untuk tidak panik, tetapi juga jangan sekali-kali menganggap enteng, jangan menganggap ringan atas masalah Covid-19 ini.

“Kita harus waspada, dan kita harus disiplin dalam mengatur interaksi. Pencegahan penularan Covid-19 tidak bisa hanya dilakukan pemerintah. Seluruh warga harus bekerja bersama,” kata Anies memulai instruksinya.

Dijelaskan, penularan ini terjadi karena interaksi dari orang ke orang. Karena itu Anies meminta semua masyarakat untuk mengambil tanggung jawab dan melibatkan diri dalam mencegah penularan Covid-19 lebih luas lagi.

“Pencegahan ini harus dilakukan oleh kita semua. Caranya bagaimana? Dalam menjalani hari-hari ke depan, semua warga jakarta harus melakukan yang biasanya disebut social distancing measures,” instruksi Anies.

Yang dimaksud social distancing measures yaitu menjaga jarak antar warga, mengurangi perjumpaan, menghindari kontak fisik, dan menjauhi tempat-tempat berkumpul orang banyak.

“Untuk itu ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan dan harap diperhatikan, ini semua untuk dilaksanakan,” tambahnya.

Yang pertama yaitu jangan keluar rumah kecuali amat penting. Sebisa mungkin mengerjakan pertemuan secara jarak jauh. “Jalankan ini dengan serius untuk seluruh anggota keluarga, selamatkan diri sendiri, selamatkan keluarga, dan itu artinya menyelamatkan orang banyak,” pinta Anies.

Kemudian yang kedua, menghindari tempat-tempat yang berpotensi jadi wahana penularan. Misalnya kawasan yang penuh pengunjung, atau kegiatan yang berdirinya, atau duduknya, saling berdekatan.

Ketiga, tunda semua kegiatan pengumpulan orang banyak. “Walaupun kegiatannya mulia, walaupun kegiatannya baik dan dirasa perlu, tetapi jika tidak urgen, maka tunda saja. Misalnya arisan, pengajian, rapat, majelis taklim, dan sebagainya. Tunda dahulu di waktu saat ini (Covid-19) bisa terkendali,” ungkapnya.

Yang keempat, terkait dengan kegiatan keagamaan, kegiatan peribadatan. Dalam kondisi seperti saat ini, Anies meminta masyarakat untuk melakukan kegiatan keagamaan di rumah saja. Dalam hal ini dia meminta penundaan semua kegiatan yang sifatnya bersama-sama sampai sampai kondisi penularan Covid-19 sudah terkendali dengan baik.

Pun demikian, pada langkah kelima Anies meminta warga menunda kegiatan resepsi pernikahan. Jika resepsi pernikahan memang harus dilaksanakan, maka penyelenggara harus melakukan langkah tegas dan disiplin.

- ADVERTISEMENT -

Langkah tegas dan disiplin itu di antaranya harus ada petugas pemeriksa suhu tubuh para tamu sebelum masuk ruangan acara. Harus ada ruang isolasi untuk tamu yang bila ditemukan tidak sehat bisa diantarkan ke ruangan itu. Harus ada hand sanitizer di pintu masuk dan pintu keluar.

“Tidak boleh ada jabat tangan, lakukan interaksi secara tanpa bersentuhan. Saya berpesan kepada semua penyelenggara acara pernikahan. Prosedur itu harus dilaksanakan dengan disiplin, jangan merendahkan risiko penularan,” harap Anies.

Langkah keenam, Anies mengajak para orang tua untuk mengingatkan anak-anak agar tidak bepergian. Pasalnya saat ini risiko penularan Covid-19 sedang tinggi.

Dia menegaskan, ditiadakannya kegiatan belajar di sekolah dan perkuliahan di kampus jangan dianggap sebagai masa liburan. Karena tujuannya adalah agar semuanya bisa berada di rumah.

“Jadi jangan bepergian, jangan membuat kegiatan-kegiatan bersama di luar rumah. Walaupun sekolah tidak berkegiatan, dan di kampus tidak berkegiatan,” tuturnya.

Langkah terakhir, Anies berpesan kepada kepada warga untuk tidak bepergian keluar kota. Rencana pulang kampung ditunda sampai kondisi penularan terkendali.

“Jangan sampai ada di antara kita yang pulang kampung dan tanpa disadari justru membawa virus tersebut ke kampung halaman atau ke wilayah lain. Karena Jakarta pada saat ini adalah salah satu tempat, di mana virus tersebut telah menular dari satu pribadi ke pribadi lain,” tegas pria yang pernah menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu.

“Kita semua harus sadar bahwa Covid-19 itu tidak terlihat tetapi bukan berarti tidak ada. Maka laksanakan social distancing measures yang tadi saya sebutkan. Yaitu menjaga jarak interaksi antar warga secara amat disiplin,” tuturnya.

Anies menyebut, kedisiplinan adalah kunci dalam masa-masa wabah seperti ini. Dia meminta warga jangan sungkan untuk menjaga jarak sosial. Karena hal itu dilakukan demi menjaga kebaikan kita semua, demi menjaga keselamatan kita semua.

Jika ada yang merasakan gejala serupa covid-19 atau pernah mendatangi wilayah yang terjangkit Covid-19, diharap menghubungi nomor darurat Jakarta Tanggap Corona Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta di 112 atau Posko Dinas Kesehatan di nomor WA 0813-8837-6955. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.