Anggaran Pemprov DKI Jakarta untuk Corona Bertambah Rp 2 Triliun

Dialokasikan hingga Akhir Mei

INTREN.ID, JAKARTA – Anggaran penanganan virus corona baru (Covid-19) untuk DKI Jakarta bertambah. Hingga akhir Mei, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menambah alokasi anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan dan pencegahan penularan Covid-19 sebesar Rp 2 triliun, dari alokasi dana sebelumnya sebesar Rp 1,032 triliun.

“Sehingga total anggaran yang dialokasikan untuk penanganan COVID-19 ini sebesar Rp 3,032 triliun,” kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Provinsi DKI Jakarta, Edi Sumantri, dalam keterangannya, Kamis (2/4/2020).

Anggaran tersebut, jelas Edi, merupakan anggaran riil. Lantaran pengalokasiannya telah ditandatangani berdasarkan aturan sejak 19 Maret 2020 dan 26 Maret 2020.

Adapun dasar hukum alokasi anggaran tersebut adalah Peraturan Gubernur Nomor 25 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Nomor 162 Tahun 2019 tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020 dan Peraturan Gubernur Nomor 28 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Gubernur Nomor 162 Tahun 2019 tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020.

- ADVERTISEMENT -

Kata Edi, alokasi anggaran tersebut berasal dari pemanfaatan BTT, penundaan sejumlah Penanaman Modal Daerah (PMD) khususnya anggaran infrastruktur pelaksanaan Formula E, dan penundaan pembelian tanah.

Dana ini nantinya dapat dimanfaatkan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan sejumlah OPD terkait dalam penanggulangan Covid-19.

“Saat ini sedang dalam proses menambahkan Rp 2 Triliun untuk penanggulangan masalah kesehatan serta jaminan sosial bagi penduduk terdampak. Jika pandemi Covid-19 ini masih terus terjadi hingga setelah bulan Mei, maka Pemprov DKI Jakarta akan kembali menambah anggaran tersebut,” terangnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta telah mengalokasikan anggaran BTT sebesar Rp 54 miliar melalui Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Dana itu untuk penanganan dan pencegahan penularan Covid-19 pada 10 Maret 2020. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.