Analisis Terbaru Opensignal, Indonesia Mengalami Peningkatan Pengalaman Seluler saat Kebiasaan Baru

INTREN.ID, JAKARTA – Opensignal, perusahaan analitik seluler global baru merilis artikel analisis terbaru dengan judul “Mobile Download Speed Recovery Stories Vary in Markets Around the World”. Melalui artikel tersebut OpenSignal memaparkan mengenai fase kebiasaan baru di dalam pengalaman seluler.

Demi mencegah menyebarnya Covid-19, beberapa negara menerapkan kebijakan lockdown. Dengan kebijakan tersebut meningkatkan ketergantungan masyarakat terhadap koneksi internet untuk keperluan bekerja, belajar, dan berkomunikasi.

“Opensignal melihat adanya fluktuasi dalam kecepatan mengunduh di berbagai negara dan para pengguna yang sering berada di rumah telah menghabiskan banyak waktunya tersambung pada koneksi Wifi,” bunyi pernyataan Opensignal yang diterima intren.id.

Pada artikel analisis kali ini, Opensignal memaparkan beberapa poin menarik tentang pengalaman seluler di Indonesia saat kebiasaan baru. Di mana terdapat peningkatan rata-rata kecepatan mengunduh sebesar 19,2 persen setiap minggunya (Perbandingan bulan Januari-Juni 2021 dan prapandemi Januari-Maret 2020).

“Pada minggu pertama PSBB (Pembatasan Sosial Skala Besar) di Indonesia, rata-rata kecepatan mengunduh mengalami penurunan. Namun setelah itu kecepatan mengunduh terus mengalami peningkatan. Meningkatnya pemakaian data seluler di Indonesia disinyalir sebagai cara untuk menguji ketahanan jaringan seluler,” lanjutnya.

Saat Q1-2019, pengguna di Indonesia mengonsumsi rata-rata 8,5GB data seluler per bulan. Kemudian pemakaian data seluler meningkat hampir sebesar 40 persen menjadi 11,8GB per bulan pada Q1-2020, dan 14,4GB per bulan Q1-2021.

“Indonesia telah melakukan beberapa proyek dan kebijakan untuk meningkatkan infrastruktur selulernya. Seperti memperbaharui jaringan Palapa Ring untuk menambah kapasitas dan ketahanan. Pemerintah berkomitmen untuk melakukan Digital Transformasi Nasional, dengan memperluas jaringan 4G secara nasional pada akhir 2022,” sambungnya.

Lalu Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah memulai memperbaharui pita 2,3 GHz untuk meningkatkan kualitas layanan seluler dan menjadi dasar bagi jaringan 5G. Di luar dari beberapa poin di atas.

Tak hanya itu, Opensignal juga menemukan beberapa tren terjadi saat kebiasaan baru pada pengalaman seluler secara global. Di antaranya terjadi peningkatan secara rata-rata pada kecepatan mengunduh di banyak negara, seperti di Filipina, Kamboja, Jerman. Faktor yang mendukung peningkatan tersebut yaitu adanya tambahan spektrum dan infrastruktur baru yang digunakan.

Kemudian, terdapat juga beberapa negara yang rata-rata kecepatan mengunduhnya tetap stagnan atau bahkan menurun. Seperti Kolombia dan Australia yang kecepatan mengunduhnya masih belum kembali seperti semula. Dan di Jepang kecepatan mengunduh masih di bawah rata-rata.

Faktor yang mendorong stagnan dan menurunnya kecepatan mengunduh yaitu inefisiensi infrastruktur seluler yang tidak dapat mengatasi peningkatan konsumsi data, kurangnya spektrum untuk layanan seluler, dan rendahnya infrastruktur jaringan seluler.

“Meskipun pada awal kebijakan lockdown terjadi peningkatan tersambungnya pengguna dengan Wifi, pada fase kebiasaan baru ini terjadi penurunan,” tutup pernyataan Opensignal. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.