Akui Sembunyikan Informasi Covid-19, Jokowi Klaim Tak Ingin Masyarakat Panik

INTREN.ID, JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengakui ada informasi perihal virus Corona (Covid-19) yang disembunyikan pemerintah. Informasi tersebut meliputi data sebaran pasien. Alasannya lantaran karena mempertimbangkan dampak kepanikan di masyarakat. Pun begitu, pihaknya mencemaskan kondisi kondisi psikologis pasien Covid-19 setelah sembuh dan kembali ke masyarakat.

“Memang ada yang kita sampaikan dan ada yang tidak kita sampaikan. Karena kita tidak ingin menimbulkan keresahan dan kepanikan di tengah masyarakat. Kita semuanya berusaha keras menangani dan mengatasinya. Karena virus corona tidak kenal batas negara,” tutur Jokowi saat meninjau proses sterilisasi Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Pemerintah, sebut Jokowi, terus mengupayakan kesiapan dan ketangguhan negara dalam menghadapi pandemi ini. Dia menegaskan langkah-langkah serius telah diambil, tetapi di saat yang bersamaan tidak ingin menciptakan rasa panik dan keresahan di tengah masyarakat.

“Sebab itu dalam penanganan memang kita tidak bersuara. Kita semua harus tetap tenang dan berupaya keras dalam menghadapi tantangan ini,” ungkap orang nomor satu di Indonesia itu.

Jokowi menyebut, setiap negara termasuk Indonesia memiliki kebijakan yang berbeda-beda tentang transparansi data sebaran pasien positif Covid-19 ini. Meski begitu, pihaknya menegaskan tim reaksi cepat bakal langsung merespon apabila ditemukan pasien yang diduga positif terjangkit virus asal Tiongkok ini. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.