Akbar Tanjung Dukung Helmy, Siap Jadi Jurkam di Pilkada Batam

Sinyal Kuat Koalisi Golkar-Demokrat, Lampu Hijau Duet Ahmad Hijazi-Helmy Hemilton?

INTREN.ID, JAKARTA – Perlahan tapi pasti, peta politik jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Batam 2020 mulai terang benderang. Satu per satu partai politik (parpol) mulai memunculkan jagoannya. Kabar terbaru, koalisi Partai Golongan Karya (Golkar) dengan Partai Demokrat tinggal ketuk palu.

Ini sekaligus tindak lanjut kerja sama kedua parpol dalam kenduri demokrasi kali ini. Pasalnya, ketua umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan ketua umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sudah menjalin kerja sama. Bahkan, kedua parpol telah menjalin kerja sama di 33 pilkada dan berpotensi bertambah 31 lagi. Salah satunya Pilkada Batam.

“Partai Golkar dalam pilkada ini, ada 33 pasangan bersama dengan Partai Demokrat. Dan ada potensi 31 daerah lain,” ujar Airlangga, usai menerima kunjungan politik AHY dan pengurus inti Partai Demokrat lainnya beberapa waktu lalu.

Di Batam, peluang koalisi Golkar-Demokrat makin tampak. Golkar sendiri menjagokan Ahmad Hijazi, eks birokrat berpengalaman Batam yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau. Beberapa nama direkomendasikan partai berlambang beringin untuk diduetkan bersama Hijazi.

Mulai dari Helmy Hemilton, Surya Makmur Nasution, Putra Siregar, dan AKP Haris Lambey. Saat ini, nama-nama tersebut masih disurvei.

Nah, Rabu (15/07/2020) tadi, soal siapa yang akan berpasangan dengan Hijazi mulai mengerucut. Nama Helmy disebut-sebut berpeluang besar berduet dengan Hijazi. Itu setelah pertemuan antara ketua Dewan Kehormatan DPP Golkar, Akbar Tanjung dengan Helmy di Jakarta.

“Saya secara pribadi mendukung beliau (Helmy, Red.) dan bersedia menjadi jurkam (juru kampanye),” tegas Akbar kepada Helmy. Kedekatan Akbar dengan Helmy memang terjalin sejak lama. Keduanya sama-sama alumnus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

“Ini adalah pertemuan antara senior dengan junior. Sewaktu Pak Akbar Tanjung menjabat sebagai ketua DPR RI, saya saat itu masih sebagai Presiden BEM Universitas Islam Sultan Agung Semarang,” canda Helmy, menimpali pernyataan Akbar.

DPC Demokrat Batam Bulat Dukung Helmy

Kans Helmy untuk mendapatkan rekomendasi Partai Demokrat sangat besar. Pasalnya, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Batam bulat mendukung Helmy. Keputusan itu berdasarkan hasil rapat DPC partai berlambang segitiga mercy itu, Senin (6/7/2020).

Plt ketua DPC Partai Demokrat Kota Batam, Hotman Hutapea menegaskan, dukungan penuh diberikan pengurus, kader, hingga simpatisan partai untuk wakil ketua DPRD Batam periode 2014-2019 itu.

Hotman juga menegaskan bahwa pihaknya telah mengetahui track record Helmy dalam dunia politik. Dia optimistis Helmy bisa mempertanggungjawabkan kepercayaan yang telah diberikan.

“Partai Demokrat memiliki tiga Kursi, kami masih berusaha melobi salah seorang calon untuk bisa disandingkan dengan orang dari internal Demokrat. Karena Helmy merupakan wakil ketua DPC, jadi akan kami dorong beliau (Helmy, Red.) untuk bisa disandingkan dengan calon tersebut,” ucapnya.

Kendati demikian, Hotman enggan menyebutkan nama calon yang dimaksud. Kata dia, pihaknya masih menunggu calon tersebut diusung oleh salah satu parpol untuk bisa berkoalisi dengan Demokrat. Kuat dugaan, orang yang dimaksud Hotman adalah Hijazi.

“Akan kami lihat nanti seperti apa, yang pasti akan kami dukung internal kami (Demokrat, Red.) untuk maju sebagai Batam Satu (calon wali kota) atau Batam Dua (calon wakil wali kota),” ungkapnya.

Helmy, lanjut dia, merupakan kader partai yang telah bergabung sejak 2007. Pengalaman di parlemen juga membuat relasinya terjalin baik. Dukungan penuh internal Demokrat dilatarbelakangi oleh kontribusinya ke partai yang tidak bisa dianggap remeh. Tidak hanya terhadap rekan politisi, namun juga kepada seluruh pengurus DPC dan Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) serta simpatisan partai Demokrat se-Kota Batam.

Menanggapi dukungan tersebut, Helmy mengungkapkan rasa terima kasihnya, serta kepercayaan yang telah diberikan kepda dirinya.

“Pada pesta demokrasi lima tahunan ini, tentunya semua persiapan telah kita persiapkan secara matang, untuk hasil terbaik,” ucap kata bungsu lima bersaudara ini. Helmy adalah anak kelima dari pasangan HR Tjoek Soekirman-Hj Martina Soekirman. Uniknya, keempat kakaknya berkarier di dunia militer dan kepolisian. Hanya Helmy yang terjun ke politik.

Pria kelahiran 1 Desember 1979 itu mengaku siap ditempatkan untuk posisi calon wali kota atau wakil wali kota, apapun instruksi DPP Partai Demokrat. “Seperti lazimnya, partai tentu akan melaksanakan survei terhadap setiap calon kepala daerah,” kata Helmy.

Selain mendaftar ke partainya sendiri, Helmy juga telah mendaftar ke Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Gerindra.

- ADVERTISEMENT -

Keputusan DPC Partai Demokrat Kota Batam itu sejalan dengan perintah AHY. Dalam Kongres V Partai Demokrat, di JCC Senayan, Jakarta 14 Maret 2020 lalu, AHY meminta semua kader di penjuru nusantara untuk menyukseskan hajat demokrasi tahun ini.

AHY menegaskan, Demokrat akan mengusung kadernya untuk maju dalam pilkada serentak. “Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) juga sepakat untuk ke depan (pilkada, Red.), mari kita mengutamakan untuk kader partai sendiri,” tegas AHY.

Menurutnya, jika Demokrat sukses menghadapi pilkada tahun ini, maka tidak menutup kemungkinan akan memudahkan pada pesta demokrasi berikutnya. Untuk memenuhi target itu, AHY sendiri mengaku sudah menjalin komunikasi dengan ketua DPD dan DPC. Dia meminta, dalam persiapan menghadapi pilkada, Demokrat tidak boleh terlambat menentukan sikapnya.

“Semua menyampaikan kepentingan ataupun concern yang sama bahwa kita tidak boleh ketinggalan kereta dalam mencari koalisi, dalam mencari tiket untuk mengusung pasangan calon,” katanya.

Sementara itu, AHY mematok dua syarat bagi kader jika ingin maju dalam pilkada. Dua syarat itu adalah keinginan yang kuat dan kesiapan yang sungguh.

“Itu semua harus siap agar kita juga benar-benar punya kemampuan untuk berkompetisi dengan calon-calon lainnya,” katanya.

Bahkan, saat kunjungannya ke Batam beberapa waktu lalu, AHY memberikan lampu hijau langsung ke Helmy. “Di Kepri ada beberapa kader terbaik Partai Demokrat, salah satunya beliau (sambil menunjuk Helmi Hemilton),” kata AHY.

Jika benar Golkar dan Demokrat berkoalisi di Pilkada Batam, maka sudah memenuhi syarat untuk mengusung sepasang calon. Pasalnya, Golkar memiliki tujuh kursi di DPRD Batam, sementara Demokrat dengan tiga kursi. Sedangkan syarat mengusung calon wali kota dan wakil wali kota adalah minimal sepuluh kursi.

Perolehan Kursi DPRD Batam

No Partai Politik Kursi
1 PDIP 8
2 Golkar 7
3 Nadem 7
4 Gerindra 6
5 PAN 5
6 PKS 5
7 Hanura 4
8 Demokrat 3
9 PKB 3
10 PPP 1
11 PSI 1

 

Bagaimana Kandidat Lain?

Hijazi sendiri merespon hangat pengusulan namanya. Saat ini tinggal menunggu keputusan DPP Golkar dan negosiasi koalisi dengan Demokrat atau PKS. “Saya mau masuk politik karena dilamar Golkar. Ya saat ini Istikhorah dulu,” ujarnya.

Ketua DPD I Golkar Kepri, Akhmad Ma’ruf Maulana pun dibuat kesengsem dengan prestasi Hijazi. Bahkan, pria yang juga ketua Kadin Kepri itu menyanjung Hijazi setinggi langit.

“Jam terbang Pak Hijazi tak diragukan lagi kalau soal pemerintahan. Saya yakin beliau sudah tahu apa yang akan dilakukan. Saya rasa ini solusi buat masyarakat Batam,” kata Ma’ruf.

Dengan demikian, penantang Lukita Dinarsyah Tuwo-Abdul Basyid Has yang diusung koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sudah muncul. Jika dikalkulasi, Lukita-Basyid diusung total 17 kursi.

Sebaliknya, jika Golkar dan Demokrat berkoalisi, tentu menjadi alarm bagi Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Duet petahana, Muhammad Rudi-Amsakar Achmad bisa kandas lantaran keduanya sama-sama satu partai. Rudi ketua DPW Nasdem Kepri, Amsakar ketua DPD Nasdem Batam. Sementara kursi Nasdem hanya tujuh, masih butuh tiga lagi.

Kecil kemungkinan parpol lain memberi dukungan cuma-cuma tanpa mengusung kader. Namun, lagi-lagi harus menunggu rekomendasi resmi. (***)

 

Reporter: Lukman Maulana, Agung Maputra

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.