Ajukan Audit Pengadaan Bantuan Sembako ke BPKP, Begini Kata Dinsos kepada Supplier

INTREN.ID, BATAM – Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsospemas) Kota Batam telah mengajukan audit kewajaran harga, terkait pengadaan bantuan sembako untuk masyarakat terdampak  Covid-19. Audit tersebut akan dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kepulauan Riau.

Kepala Dinsospemas Batam, Hasyimah mengungkapkan, apabila dari hasil audit ditemukan kelebihan pembayaran terkait pengadaan sembako, maka pihak penyedia wajib mengembalikan dana tersebut kepada Pemerintah Kota Batam.

“Kita sudah mengajukan permohonan audit kewajaran harga ke BPKP,” ucap Hasyimah, Rabu (15/7/2020).

Sebelumnya, Pemko Batam telah menyediakan anggaran senilai Rp 180 miliar untuk memenuhi kebutuhan sembako 284.223 kepala keluarga (KK) sebanyak dua kali.

Dalam hal ini, Pemko Batam menyiapkan dua paket yang disalurkan dalam dua tahap. Dan, Pemprov Kepri dan BP Batam melaksanakan kegiatan yang sama, maka Pemko Batam melalui dinas terkait memberikan satu tahap pendistribusian.

Dengan nilai kontrak yang ditandatangani yaitu Rp 74.892.760.500, dan nilai per paket sembako adalah Rp 263.500, yang tiap paketnya berisikan 10 kg beras, 3 liter minyak goreng, dan 1 dus mi instan.

“Jumlah tersebut sudah termasuk biaya operasional, pajak-pajak sesuai ketentuan perundang-undangan berlaku, biaya overhead, dan keuntungan penyedia,” ungkapnya. (***)

 

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.