- ADVERTISEMENT -

- ADVERTISEMENT -

Ahmad Syaiful Acong, Legislator Kubar yang Berikan Semua Gajinya untuk Beras Rakyat

INTREN.ID – Kepada wakil rakyat di legislatif, tidak banyak yang diharapkan masyarakat. Selain memperjuangkan aspirasi rakyat yang diwakili serta menepati janji-janji politik semasa kampanye.

Ahmad Syaiful Acong adalah salah satu contoh anggota dewan yang mewujudkan harapan masyarakat tersebut. Dia menjadi penyambung lidah rakyat dan sudah terbukti dalam memenuhi janji sebagaimana yang pernah diucapkannya.

Dikenal luas dengan panggilan Haji Acong, anggota DPRD Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur (Kaltim) ini bukanlah sosok asing. Berasal dari Tering Seberang, masyarakat Kubar mengenalnya bukan hanya sebagai anggota dewan periode 2019-2024. Melainkan juga pengusaha sukses yang tak segan membantu warga yang kesulitan.

Legislator asal daerah pemilihan (Dapil) I yang meliputi Kecamatan Long Iram, Tering, Linggang Bigung, Barong Tongkok, Nyuatan, dan Damai ini memang telah dekat dengan rakyat semenjak masih muda. Berasal dari keluarga yang kurang mampu membuatnya bisa merasakan penderitaan belasan ribu warga Kubar yang masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Itulah yang kemudian menjadikannya terjun ke dunia politik, demi memperjuangkan masyarakat Kubar mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Meski terbilang pendatang baru di jagat politik, namun Acong yang meraih suara tertinggi dalam Pemilu Legislatif 2019 lalu ini sudah terbukti menepati janji. Tak sepeser pun dari penghasilannya sebagai anggota dewan digunakannya untuk kepentingan pribadi, sebagaimana janjinya kala kampanye dahulu.

Pria kelahiran Tering Seberang 15 Juni 1969 ini menggunakan semua penghasilannya untuk membeli beras yang kemudian dibagikan kepada rakyat Kubar yang membutuhkan. Tak tanggung-tanggung, dalam sebulan dia bisa membagikan tujuh ton beras kepada rakyat Kubar.

Yang lebih membuat takjub, bukan hanya warga yang memilih Acong dalam pemilu lalu saja yang diberikannya beras. Melainkan warga yang tidak memilihnya pun juga kebagian mendapat beras tersebut.

Memang, sejak awal niat Acong mengikuti kontestasi politik hanya demi rakyat. Buat dia, adalah kebanggan bila jika bisa membantu rakyat Kubar yang membutuhkan. Pada awalnya Acong kurang menyukai dunia politik. Namun keinginan untuk membantu masyarakat itulah yang lantas membuatnya terjun mewakili rakyat daerah tempatnya lahir, dengan menggunakan perahu Partai Golkar.

Niat baik pasti bakal menghasilkan yang baik pula. Keyakinan anak keenam dari sebelas bersaudara itu pun benar, dia berhasil terpilih sebagai Anggota DPRD Kubar periode 2019-2024 dengan perolehan suara terbanyak, 6.013 suara. Fakta yang menarik mengingat Acong terbilang pendatang baru dalam percaturan politik Kubar.

Dengan suara terbanyak yang diraihnya, Acong diberi amanah sebagai Wakil Ketua DPRD Kubar. Jabatan ini pun makin memunculkan kepercayaan rakyat Kubar terhadap sosok Acong.

Mendapat kepercayaan seperti itu, Acong benar-benar tidak menyia-nyiakannya. Alhasil di masa-masa awal menjabat, telah banyak permasalahan masyarakat Kubar yang ikut diselesaikannya. Meliputi permasalahan antara masyarakat dengan perusahaan yang sering terjadi. Semua aspirasi yang datang dari rakyat untuknya selalu ditampung, lantas diperjuangkannya dengan sekuat tenaga di melalui DPRD Kubar.

Acong memahami benar kondisi daerahnya lantaran dia merupakan putra kelahiran Kubar. Menurutnya masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dibenahi pemerintah.

- ADVERTISEMENT -

Di antaranya belasan ribu warga yang masih hidup di bawah garis kemiskinan misalnya, juga tingkat pendidikan di Kubar yang berada peringkat kedua dari bawah di provinsi Kaltim.

Termasuk pula pembangunan infrastruktur, khususnya infrastruktur jalan di Kubar yang tidak kunjung tuntas. Padahal sudah lebih dua dekade Kubar berdiri mandiri sebagai sebuah daerah otonom.

Acong menyadari butuh sosok pemimpin yang berani dan cermat untuk bisa menuntaskan semua permasalahan tersebut. Itulah yang lantas membuatnya memberanikan diri maju sebagai calon Bupati Kubar dalam Pemilihan Kepala Daerah 2020 mendatang.

Dalam mengejar asa menjadi orang nomor satu di Kubar periode 2021-2024 itu, Acong menggandeng birokrat di Pemkab Kubar, Asriani. Inisial ASA yaitu Acong dan Asrani pun muncul dalam perebutan kursi kepemimpinan Kubar.

Bukan sekadar maju, Acong mendapat dukungan dari berbagai tokoh masyarakat. Dukungan inilah yang menguatkan langkahnya bertarung dalam kontestasi pilkada.

Bila kelak mendapat restu rakyat menjadi bupati, serangkaian misi sudah dipersiapkan Acong untuk dipenuhi. Salah satu misinya menyelesaikan semua persoalan infrastruktur. Semua jalan di Kubar harus bisa terselesaikan, baik itu jalan di kampung-kampung, jalan kabupaten, jalan provinsi maupun jalan nasional.

Pengalaman sebagai pengusaha sukses di bumi Kubar menjadikannya memahami bagaimana menjawab setiap persoalan yang terjadi. Alumnus Fakultas Hukum Universitas Tritunggal Surabaya ini memiliki beragam gagasan yang menanti diimplementasikan demi membawa Kubar lebih baik.

Di antaranya sederet gagasan itu adalah upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) agar bisa bertambah signifikan. Yaitu dengan memaksimalkan potensi yang dimiliki Kubar. Menurut dia, PAD yang tinggi bisa menciptakan banyak program yang dapat dibuat untuk masyarakat.

“Kubar punya tambang, sawit, hutan, jalan, pelabuhan, masa tidak bisa dapat uang?” begitu pertanyaan yang kerap mengganggu Acong.

Karakter pemimpin yang berani dan cermat telah dimiliki Acong sejak muda, terlebih ketika menjadi pengusaha. Dia selalu menjunjung tinggi profesionalitas dan loyalitas di dunia usaha. Dalam hal ini kepercayaan yang diberikan kepadanya akan dijaga dengan sebaik-baiknya. Tak heran bila kemudian pengusaha dengan ratusan karyawan ini menjadi sosok yang disegani baik oleh rekan maupun rival bisnis.

Tetapi sekalipun sudah menjadi sosok tenar, faktanya Acong masih suka tampil sederhana apa adanya. Sosoknya bersahaja dan tidak berlebih-lebihan. Malahan dalam kegiatan sehari-hari dia lebih senang mengenakan celana pendek. Acong memang lebih suka tampil apa adanya tanpa menunjukkan status sosial. Karena baginya setinggi apapun pencapaian, Acong tetaplah Acong yang peduli terhadap rakyat.

Karena itu sekalipun kelak menjadi bupati, Acong masih akan tetap mempertahankan prinspinya. Yaitu tidak akan menyentuh gaji dan tunjangannya sebagai pejabat untuk kepentingan pribadi. Tetapi semua itu akan diberikan seutuhnya untuk rakyat Kubar. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.