9 Alasan Kenapa Ismeth Abdullah Sangat Layak Memimpin Kepri Lagi

INTREN.ID, BATAM – Siapa tak mengenal H Ismeth Abdullah. Di adalah Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) pertama yang menjabat pada 2005-2010. Di tangannya, provinsi yang terletak di Selat Malaka ini berkembang pesat.

Setelah sempat pensiun dari kancah politik, kini Ismeth kembali didorong oleh masyarakat untuk kembali menjadi gubernur. Dorongan inilah yang membuatnya rela turun gunung dan ikut kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kepri.

Ismeth bukanlah orang sembarangan. Di era kepemimpinannya, pembangunan Infrastruktur, percepatan pertumbuhan ekonomi, kemudahan investasi bidang maritim, industri, serta pariwisata menjadi program utama.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut berbagai alasan kenapa Ismeth layak memimpin Kepri.

 

1) Gubernur Kepri Pertama

Ismeth Abdullah sudah dua kali memimpin Kepri. Pada 1 Juli 2004 hingga 19 Agustus 2005, Ismeth mendapat amanat untuk menjadi Penjabat Gubernur Kepri. Kemudian usai memenangi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kepri 2005, Ismeth menjabat sebagai Gubernur Kepri pertama. Ismeth dan wakilnya, (alm) Muhammad Sani memimpin Kepri pada pada 19 Agustus 2005 hingga 19 Agustus 2020.

 

2) Bapak Pembangunan Kepri

Kepri yang berbatasan langsung dengan negara-negara ASEAN harus mampu bersaing di segala bidang. Tantangan terbesarnya adalah, Kepri merupakan wilayah kepulauan. Untuk itulah, Ismeth Abdullah menggesa proyek infrastruktur agar Kepri memiliki modal untuk bersaing. Pembangunan fenomenal Ismeth antara lain pusat perkantoran Pemprov Kepri, pembangunan Jembatan Dompak, Bandara Raja Haji Fisabilillah, serta beberapa proyek strategis lainnya. Dengan demikian, akses dari satu daerah ke daerah lainnya bisa terhubung.

 

3) Berhasil Memimpin Otorita Batam

Ismeth Abdullah pernah menjabat sebagai Kepala Otorita Batam (sekarang Badan Pengusahaan Batam) periode 1998-2005. Saat menjabat, tugas utamanya adalah melakukan pengembangan prasarana dan sarana, serta penanaman modal lanjutan dengan perhatian lebih besar pada kesejahteraan rakyat dan perbaikan iklim investasi. Di tangan Ismeth, prioritas pembangunan BP Batam meliputi pengembangan investasi Batam, pembinaan koperasi dan UKM, penerapan impor mobil dengan sistem one in one out, upaya pembentukan Batam FTZ Komitmen, kesejahteraan rakyat, pembanguan fasilitas sosial, serta pengembangan Batam Intelligent Island.

 

4) Ekonomi Tumbuh Pesat

- ADVERTISEMENT -

Ismeth Abdullah pernah mendapat amanah menjabat Ketua Batam Industrial Development Authority (BIDA) oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 29 Juni 1998. Di bawah komando Ismeth, Batam mampu menarik lebih dari 400 Penanam Modal Asing (PMA) senilai USD 1,4 miliar. Bahkan jumlah perusahaan asing meningkat dua kali lipat–dari 300 hingga 700–selama lima tahun, ketika Indonesia pulih dari krisis ekonomi. Pencapaian ini terwujud berkat usaha Ismeth dalam mempromosikan pelayanan BIDA yang profesional dan transparan kepada seluruh pihak, baik swasta maupun investor.

 

5) Membangun Sektor Pendidikan

Ismeth Abdullah sadar bahwa untuk memajukan daerahnya, Kepri harus memiliki sumber daya manusia (SDM) bermutu dan berkualitas. Sehingga, peningkatan kualitas pendidikan menjadi syarat mutlak. Untuk itulah, Ismeth memutuskan untuk membangun Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) di Tanjung Pinang.

 

6) Meningkatkan Mutu Kesehatan

Kepri bisa maju jika kesehatan masyarakat terpenuhi. Maka, Ismeth Abdullah mencanangkan pembangunan RSUD Raja Ahmad Tabib. Ini adalah rumah sakit yang dikelola oleh Pemprov Kepri. Dengan adanya rumah sakit ini, maka masyarakat tidak perlu jauh-jauh berobat.

 

7) UKM Berkembang Pesat

Ismeth Abdullah pernah menjadi sebagai Administrator Dewan Penunjang Ekspor (Export Support Board) bentukan pemerintah Indonesia dan Bank Dunia. Lembaga ini bertugas menyediakan bantuan teknis di bidang produksi, pemasaran, dan tenaga ahli kepada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sebagai komoditas ekspor. Selama Ismeth memimpin, lebih dari seribu UKM meraih keuntungan atas program tersebut.

 

8) Kerja Kerasnya Berbuah Penghargaan

Ismeth Abdullah dianugerahi Medali Penghormatan “Satyalancana Pembangunan” (Medali Penghargaan Pembangunan), yakni medali dalam bidang pelayanan pemerintahan atas kontribusinya terhadap perkembangan ekonomi dan pembangunan. Selain itu, Ismeth juga dianugerahi Bintang Jasa Utama, penghargaan tertinggi yang menandai kemajuan visinya dan pencapaiannya dalam mengembangkan industri berbasis teknologi di Batam.

 

9) Jebolan Universitas Ternama

Ismeth Abdullah merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta pada tahun 1974. Kemudian pada tahun 1979, dia melanjutkan pendidikan di Economic Development Institute of the World Bank, Washington DC, Amerika Serikat. Menuntut ilmu di universitas ternama menjadi garansi bahwa Ismeth punya ilmu dan kemampuan untuk melanjutkan pembangunan Kepri. (***)

 

Editor: Guntur Marchista Sunan

 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.