667 Warga DKI Jakarta Datangi RSPI Sulianti Saroso, Ada Apa?

INTREN.ID, JAKARTA – Kesadaran warga Jakarta untuk memeriksakan diri terhadap gejala virus corona (Covid-19) semakin meningkat.

Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso mencatat jumlah warga yang datang untuk memeriksakan diri terkait virus ini tersebut mencapai 677 orang.

Direktur Utama RSPI, Mohammad Syahril, mengatakan, peningkatan jumlah orang dalam pengawasan (ODP) Covid-19 menunjukkan masyarakat mulai sadar pentingnya pemeriksaan sejak dini.

“Sampai jam ini, seluruh pasien ODP jumlahnya 677 orang,” jelasnya.

Dia lantas membandingkannya dengan data pada Jumat (6/3/2020) lalu. Pekan lalu, jumlah pasien ODP di RSPI ada 548 pasien. Artinya selama lima hari, terdapat 129 ODP yang diperiksa di RSPI.

Dijelaskan, spesimen pasien akan dikirim dari rumah sakit ke laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kesehatan milik Kementerian Kesehatan dan hasilnya akan diumumkan ke publik.

“Alur pemeriksaan dari rumah sakit, spesimen diperiksa di Balitbang. Pemerintah pusat yang berhak mengumumkan,” paparnya.

- ADVERTISEMENT -

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, menjelaskan, ODP adalah warga negara Indonesia (WNI) dan warga negara asing (WNA) yang diperiksa.

Lantaran sempat berpergian dari negara terdampak COVID-19. Pemerintah juga membuat tiga kategori lain yaitu pasien dalam pengawasan (PDP), terduga atau suspect, dan confirm atau positif tertular Covid-19.

PDP adalah ODP yang menunjukkan gejala influenza ringan sampai flu berat. Beberapa gejala yang dimaksud meliputi demam, napas sesak, batuk, dan bersin.

Saat seorang pasien masuk kategori PDP, tim medis akan memeriksa riwayat kontak dirinya dengan mereka yang telah dinyatakan positif Covid-19.

Bila pasien PDP pernah bertemu dengan mereka yang positif Covid-19, maka statusnya akan naik menjadi suspect. Pasien dengan kategori suspect akan menjalani dua pemeriksaan.

Yaitu dengan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Genome Sequencing, yang spesimennya dikirim ke Balitbang Kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut. (***)

Penulis: Lukman Maulana

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.