40 ABK KM Kelud Reaktif Covid-19

INTREN.ID, BATAM – Sebanyak 40 Anak Buah Kapal (ABK) Pelni KM Kelud dinyatakan reaktif Covid-19.

Hal itu diketahui setelah mereka menjalani pemeriksaan oleh tim Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Batam bersama Dinas Kesehatan Kota Batam, Minggu (12/5/2020).

Kepala Dinas kesehatan (Kadiskes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, membenarkan hal tersebut.

Ia mengatakan, pemeriksaan telah selesai terhadap kru kapal serta penumpang lainnya.

“Hasil pemeriksaan rapid test Covid-19 pada kru kapal menunjukkan hasil reaktif pada seluruh kru kapal,” kata Didi.

Saat ini kata dia, seluruh ABK dibawa ke RS Khusus Covid-19 di Pulau Galang, untuk menjalani isolasi.

“Pengevakuasian terhadap seluruh ABK telah diproses, infonya tadi pak Dandim (Komandan Kodim),” Imbuhnya.

Sementara itu, telah beredar informasi bahwa Pelni KM Kelud akan membatalkan pelayaran KM Kelud yang direncakan dari Batam menuju Tanjung Balai Karimun dan akan dilanjutkan ke Belawan, Medan.

Tapi, hal tersebut ditepis oleh Didi. Ia mengatakan, Kapal KM Kelud masih tetap berlayar apabila seluruh penumpang yang dari Jakarta maupun dari Batam selesai diperiksa menggunakan rapid test.

“Masih menggunakan kapal Kelud, hanya tukar kru,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala KKP Kelas I Batam Achmad Farchanny menyebutkan, Pelni KM Kelud sebelumnya berlayar dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menuju Pelabuhan Batu Ampar, Batam. Rencananya kapal tersebut akan berlayar menuju ke Belawan, Medan, Sumatera Utara.

Namun hal tersebut harus mengalami penundaan, setelah satu ABK Kapal Pelni KM Kelud mengeluhkan demam dan mual.

“Sesuai dengan protokol WHO, maka kita lakukan rapid test,” pungkasnya.

Dari hasil rapid test lanjutnya, didapatkan sembilan kru Kapal Kelud dinyatakan reaktif Covid-19.

Ia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan tersebut pihaknya menilai kondisi kesembilan kru kapal sangat membahayakan apabila tetap melanjutkan perjalanan ke Kota Medan.

Hingga saat ini kata dia, para calon penumpang masih tertahan di Pelabuhan Batuampar.

“Kami mengusulkan, sekiranya memungkinkan, para calon penumpang dapat difasilitasi oleh KRI TNI AL yang saat ini berada di Batam untuk menuju ke Kota Medan,” paparnya.

Atau lanjutnya, keberangkatan kapal ditunda untuk dilakukan pergantian kru kapal terlebih dahulu.

Reporter: Agung Maputra
Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.