202 Orang di Balikpapan Terpapar Covid-19, 70 Persen di Antaranya Berusia Produktif

INTREN.ID, BALIKPAPAN – Penambahan kasus harian Covid-19 di Kota Balikpapan konsisten di atas angka 100 kasus dalam beberapa hari terakhir. Tempat tidur di rumah sakit rujukan semakin sedikit.

Pada Selasa (19/1/2021), penambahan kasus baru Covid-19 di Balikpapan masih tinggi, yakni 202 kasus terkonfirmasi positif, 95 kasus selesai isolasi, dan 3 kasus meninggal dunia.

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 menyebutkan, saat ini ada tambahan dua rumah sakit untuk menangani pasien Covid-19.

“Perlu diketahui saat ini sudah ada 11 rumah sakit yang menangani Covid-19 yang sebelumnya hanya sembilan rumah sakit, penambahan dua rumah sakit dari RS TNI AU Lanud Balikpapan dan RS Medika Utama Manggar yang saat ini total tempat tidur pasien Covid-19 sebanyak 459 dan telah terisi sebanyak 423 tempat tidur. Sedangkan ruang ICU ada 37 dan sudah terisi 33 tempat tidur, yang sisanya empat tempat tidur untuk pasien bayi dan anak-anak,” kata Rizal.

Dia menambahkan bahwa kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada prinsipnya diberlakukan sebagai upaya menjamin keselamatan masyarakat di tengah peningkatan kasus Covid-19 yang masih tinggi.

“Supaya PPKM terlaksana dengan baik, dibutuhkan kerja sama antara pemerintah  dan masyarakat. Dukungan masyarakat dan dunia usaha agar kebijakan tersebut sukses menekan kasus Covid-19 diperlukan,” ungkapnya.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty menginformasikan bahwa mayoritas pasien terkonfirmasi hari ini masih dipenuhi oleh pasien usia produktif.

“Hari ini (Selasa, Red.) sebanyak 70 persen pasien terkonfirmasi positif berusia dibawah 40 tahun, 13 persen dari KTP luar daerah atau sebanyak 21 orang, dan sebanyak 76 persen rasio kesembuhan di Kota Balikpapan,” ungkapnya.

Memasuki hari kelima PPKM di Kota Balikpapan, jumlah peningkatan kasus Covid-19 terus meningkat. Menanggapi hal tersebut, dia mengatakan, bahwa penambahan kasus tersebut merupakan rekapan dari kasus minggu sebelumnya.

“Melihat hasil analisis dan tes laboratorium, bahwa lonjakan kasus hari ini berasal dari kasus penularan pada minggu yang lalu sebelum diberlakukannya PPKM, sehingga efektivitas PPKM itu baru bisa dinilai setelah dua minggu pelaksanaannya,” jelasnya.

Dikesempatan yang sama, Sekretaris Satpol PP Kota Balikpapan, Silvia Rahmadina melaporkan hasil kegiatan penertiban pada masa PPKM sebanyak 341 pelanggaran, dengan rincian pelaku usaha sebanyak 162 dan perorangan sebanyak 179 pelanggar. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.