19 Ribu Orang Positif Corona, 81 Persen Masyarakat Ingin Akhiri PSBB

INTREN.ID, JAKARTA – Kasus penularan virus corona baru (Covid-19) di Indonesia makin masif. Per Rabu (20/5/2020), jumlah pasien positif terjangkit sudah mencapai 19 ribu lebih, tepatnya 19.189 orang.

Dari angka tersebut, 4.575 orang dinyatakan sembuh dan 1.242 orang meninggal dunia. Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 11.705 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 44.703 orang dengan total spesimen yang diuji sebanyak 211.883.

Meski jumlahnya makin bertambah, di satu sisi sebagian besar masyarakat menginginkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) segera diakhiri. Sebagaimana diungkapkan Ketua Gugus Tugas Percepatan Covid-19 sekaligus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kata Doni, berdasar kajian internalnya ada 81 persen masyarakat yang ingin PSBB segera diakhiri. Tetapi tidak mungkin bisa PSBB dicabut apabila masyarakat masih belum patuh.

“Sekali lagi, tingkat kepatuhan penting sekali,” tegas Doni.

Dijelaskan, sudah ada empat provinsi dan 22 kabupaten/kota yang telah menerapkan PSBB untuk mencegah penyebaran Covid-19 hingga saat ini. PSBB diatur dalam pasal 59 UU No 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan merupakan bagian dari respons dari status kedaruratan kesehatan masyarakat dan bertujuan mencegah meluasnya penyebaran penyakit kedaruratan kesehatan masyarakat yang sedang terjadi antarorang di suatu wilayah tertentu.

Saat pelaksanaan PSBB terjadi peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, dan/atau pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum.

“Salah satu provinsi yang menerapkan PSBB adalah DKI Jakarta sejak 10 April 2020 dan sudah diperpanjang empat kali hingga 4 Juni 2020,” sebut Doni.

Dia menyatakan, dalam waktu dekat pemerintah menghadapi potensi ancaman penyebaran Covid-19 berikutnya. Yaitu setelah Hari Raya Idulfitri, dengan kembalinya sebagian warga Jakarta dari kampung halaman yang sebelum diputuskan dilarang mudik, sudah telanjur kembali ke kampung halaman.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan,” beber Doni. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.